Rabu, 11 Mei 2016

Anemia Pada Ibu Hamil

Gangguan kesehatan yang seringkali menganggu ibu hamil adalah anemia. Anemia pada ibu hamil terjadi karena adanya peningkatan jumlah plasma dan eritrosit. Peningkatan plasma sebanyak tiga kali pada jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan perbandingan hemoglobin-hematokrit sehingga akan meningkatkan risiko anemia fisiologis pada saat hamil. Meskipun pada saat hamil anemia fisiologis termasuk dalam keadaan yang normal.
Ibu hamil dideteksi mengalami anemia apabila ditemukan kadar Hb kurang dari 11 gr/dl pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Selain itu pada trimester kedua kadar Hb kurang dari 10,5 gr/dl. Sedangkan pada ibu hamil yang mengalami anemia karena penyebabnya adalah produksi hemoglobin dimana ditemukan adanya defisiensi nutrisi atau produksi rantai hemoglobin.
Ibu hamil adalah golongan terbesar mengalami anemia. Ditemukan 56% mengalami anemia pada saat hamil. Penyebab anemia pada ibu hamil diantaranya adalah produksi rantai hemoglobin karena adanya penyakit tertentu atau mengalami gangguan produksi hemoglobin karena kurangnya zat besi, asam folat ataupun vitamin B12.
Pada kondisi tertentu ibu hamil dapat mengalami anemia karena terjadinya pendarahan, infeksi parasit, kegagalan sumsum tulang atau penyakit tertentu lainnya. Dengan demikian penyebab anemia pada ibu hamil berbeda-beda sehingga apabila ditarik kesimpulan dari faktor penyebab anemia pada ibu hamil. Anemia dibedakan menjadi anemia defisiensi besi, anemia hipoplastik, anemia megaloblastik dan anemia hemolitik. Untuk mengetahui anemia yang dialami ibu hail diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jumlah eritrosit, eletroforesa Hb, jumlah retikulosit dan kadar besi serum.

Berikut ini adalah jenis anemia yang terjadi selama kehamilan diantaranya:

1. Anemia Defisiensi Zat Besi

Kondisi anemia yang terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi sehingga hemoglobin tidak mencukupi. Padahal hemoglobin merupakan salah satu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dan paru paru ke tubuh. Pada ibu hamil yang menderita defisiensi zat besi oksigen tidak terikat oleh darah secara cukup sehingga mengalami gangguan kekurangan zat besi. Inilah kondisi yang paling umum yang terjadi pada ibu hamil.

2. Anemia Defisiensi Folat

Asam folat masuk dalam kelompok vitamin B. Bahkan tubuh membutuhkan folat dalam membentuk sel sel baru bahkan sel darah merah yang sehat. Pada saat ibu hamil dibutuhkan folat tambahan. Kekurangan folat pada ibu hail akan menyebabkan kondisi tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup untuk menyangkut oksigen ke seluruh tubuh. Bahkan kekurangan folat bisa meningkatkan risiko cacar lahir.

3. Anemia Defisiensi Vitamin B12

Pada tubuh yang membentuk sel darah merah yang sehat maka dibutuhkan vitamin B12. Ibu hamil tidak hanya mencukupi kebutuhan vitamin B12 dari makanan saja melainkan harus mendapatkan tambahan. Apalagi untuk ibu hamil yang tidak menyukai sumber vitamin B12 yaitu daging unggas, susu dan telur akan kesulitan mencukupi kebutuhan vitamin B12. Konsultasikan dengan dokter untuk mengurangi kekurangan vitamin B12 pada tubuh ibu hamil.

Dampak Anemia pada ibu dan janin

Anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi yang tidak ditangani maka dapat meningkatkan risiko seperti bayi prematur atau mengalami berat badan yang rendah saat lahir. Sedangkan pada ibu hamil akan mengalami kehilangan sejumlah besar darah pada saat persalinan dan mengalami depresi setelah melahirkan.
Sedangkan risiko anemia pada kehamilan yang disebabkan karena defisiensi folat maka dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau mengalami berat badan yang rendah dan juga bayi mengalami cacat lahir yang serius pada otak dan tulang belakang.
Begitu juga dengan anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin B12 akan berdampak pada perkembangan janin. Pada ibu yang mengalami anemia kekurangan vitamin B12 maka akan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf.
Maka dapat disimpulkan dampak anemia pada ibu dan janin diantaranya dapat menyebabkan keguguran, pendarahan, mengalami depresi setelah melahirkan, infeksi tang berhubungan dengan intrapartum dan postpartum. Bahkan anemia yang sangat berat ditandai dengan Hb dibawah 4 gr akan menyebabkan gangguan jantung bahkan hingga berampak gangguan pada kehamilan dan persalianan.

Pencegahan dan Pengobatan Anemia pada Ibu Hamil

Pencegahan ibu hamil dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan zat besi. Selain itu dengan makanan yang seimbang perlu menjadi menu untuk ibu hamil. Makanan yang kaya akan zat besi diantaranya adalah daging merah, sayuran berdaun hijau, sereal dengan kandungan zat besi yang dibutuhkan tubuh, kacang-kacangan dan telur. Selain itu dukung juga dengan vitamin C yang baik untuk dapat menyerap lebih banyak zat besi.
Sedangkan untuk pengobatan ibu hamil yang mengalami anemia sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Konsumsi suplemen zat besi dan asam folat yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan dokter atau bidan akan menyarankan anda untuk menambah dengan mengkonsumsi makanan dengan kandungan asam folat dan zat besi yang lebih banyak. Pada ibu hamil yang mengalami anemia akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan dalam jangka waktu tertentu untuk mengontrol kesehatan ibu dan janin.
Pemeriksaan ibu hamil untuk mengetahui apakah ibu mengalami anemia atau tidak dapat dengan melakukan pemeriksaan dokter. Pemeriksaan Hemoglobin yang dapat mengukur jumlah hemoglobin sehingga protein zat besi dapat membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kemudian dilakukan pemeriksaan hematokrit yang dapat mengukur presentase sel darah merah pada sampel darah.
Dengan demikian anemia pada ibu hamil tidak boleh dianggap sepele meskipun pada dasarnya ibu hamil akan mengalami anemia ringan atau berat. Bahkan apabila ditelusuri jenis anemia pada ibu hamil berbeda beda ada yang disebabkan karena kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat. Pada masing masing anemia harus dilakukan pengobatan dan pencegahan yang berbeda dan dibantu dengan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis anemia yang dialami oleh ibu hamil.

Selasa, 10 Mei 2016

Tanda Bahaya Pada Ibu hamil



  1. Ibu hamil mengalami perdarahan atau mengeluarkan bercak darah terus menerus dari jalan lahir, baik itu pada usia kehamilan muda maupun tua.
  2. Bengkak di kaki, tangan, atau wajah disertai sakit kepala atau bahkan kejang-kejang                       
  3. Demam atau panas tinggi. (saat Demam Tinggi Ibu Hamil tidak disarankan minum obat penurun panas, sebaiknya cukup diberikan air putih)
  4. Air ketuban keluar sebelum waktunya, sehingga dapat memicu terjadinya infeksi pada janin.
  5. Gerakan Bayi dalam kandungan berkurang atau tidak bergerak, sama sekali. (seorang ibu hamil bisa merasakan gerakan janin  kurang lebih 10 X dalam 12 jam)
  6. Ibu Hamil muntah terus menerus dan tidak bisa makan sama sekali.
  7. Batuk lama dan menyebabkan kondisi tubuh ibu hamil melemah. 
  8. Jantung berdebar-debar tanpa sebab yang jelas (tidak sedang mengkonsumsi obat).
  9. Gatal-gatal pada kemaluan dan keluar keputihan yang berlebihan
  10. Ibu Hamil mengalami cedera atau trauma pada daerah perut, yang disebabkan karena jatuh atau akibat kekerasan. 

Apabila salah satu dari sepuluh Tanda Bahaya Kehamilan diatas tidak ditangani, bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran dini (prematur) yang sangat membahayakan nyawa ibu dan bayi. Sebaiknya segeralah bawa ke petugas kesehatan didampingi suami atau keluarga. Pilih Tempat Pelayanan Kesehatan terdekat, dan biarkan Ibu Hamil Berbaring dengan rileks, agar keluhan yang dialami tidak semakin parah.

Senin, 09 Mei 2016

Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Mental



Menjaga kesehatan mental atau jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Namun banyak orang, bahkan pemerintah, belum memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap permasalahan kesehatan mental.
Beban penyakit mental di tanah air terhitung cukup besar. Sekitar 1 juta pasien gangguan jiwa berat dan 19 juta pasien gangguan jiwa ringan tercatat dalam Riskesdas 2014. Meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa di Indonesia, dan nyaris di seluruh dunia, disebabkan pesatnya pertumbuhan hidup manusia, serta beban hidupnya. Di kota metropolitan, masyarakat umumnya rentan terkena sakit jiwa, seperti depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif.
Sebetulnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita praktikkan untuk mendeteksi dan membantu menjaga kesehatan mental kita.
  • Mengenali diri sendiri
Setiap orang unik, sehingga mengenali kebiasaan sendiri saat merasa sehat, dapat membantu kita lebih cepat untuk mendeteksi gangguan mental dalam diri. Kita dapat mencatat berapa lama biasanya butuh tidur, tak peduli apakah kita termasuk tipe “manusia pagi” atau “doyan begadang”; seberapa banyak energi yang kita butuhkan untuk masing-masing aktivitas, atau seberapa sering kita merasa lapar. Perubahan dramatis dalam kebiasaan-kebiasaan ini dapat menunjukkan terjadinya tekanan secara emosi atau mental. Ini juga bisa dilakukan orang tua terhadap kebiasaan-kebiasan anaknya untuk mendeteksi ganguan mental pada anak.
  • Mengambil waktu untuk diri sendiri
Sekarang adalah masanya dunia terasa berputar lebih cepat, tuntutan dari keluarga, lingkungan, maupun pekerjaan lebih banyak, informasi berseliweran lebih banyak dari berbagai media, terutama dari internet. Karenanya, orang juga jadi lebih mudah terkena stress. Ambillah waktu waktu setiap hari hanya untuk bersantai dan melakukan apa pun yang kita sukai. Bisa sekedar mandi air hangat, mendapat perawatan tubuh di salon, dipijat, atau melakukan hobi. Jangan pernah merasa egois ketika melakukan hal ini, terlebih saat tenaga kita sangat dibutuhkan keluarga atau kantor. Kita toh akan menjadi “kurang berguna” juga kalau stress atau kelelahan.
  • Bebas dari segala jenis “layar”
Sebisa mungkin, jauhkan segala macam teknologi, seperti ponsel, computer jinjing, tablet, atau TV dari kamar tidur atau hindari mengaktifkan alat-alat tersebut barang dua jam setiap hari. Anda yang kecanduan media sosial mungkin tergoda untuk mengecek kabar terbaru di linimasa, tapi percayalah, terus-menerus terhubung dengan teknologi seperti itu hanya akan mempengaruhi kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi kesehatan mental.

  • Menulis
Saat stress, kita sulit untuk fokus. Kadang banyak ide berseliweran di kepala, tapi sulit sekali untuk diraih atau dijabarkan. Coba pindahkan ide-ide atau pikiran itu ke dalam tulisan.  Bisa dalam bentuk daftar tugas atau to do list, bisa juga dalam bentuk jurnal. Kegiatan menulis ini bisa menjadi sangat katarsis.
  • Berolahraga
Pikiran dan tubuh kita sangat berhubungan. Kesehatan fisik berpengaruh terhadap kesehatan mental. Demikian pula sebaliknya. Berolahraga telah terbukti membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, selain tentunya membantu menjaga kesehatan fisik. Berolahraga di luar ruangan sangat disarankan karena dengan begitu, Anda juga bisa mendapatkan udara segar yang ideal. Berolahraga minimal 30 menit per hari sudah cukup.
  • Mengurangi minuman beralkohol
Banyak orang yang “mengobati” dirinya sendiri dari gangguan jiwa dengan minum minuman beralkohol atau minum obat penenang, padahal dampaknya hanya sementara saja dan akibat jangka panjangnya justru bisa lebih parah. Alkohol tergolong depresan atau mengandung zat yang mampu menekan pusat syaraf, yang justru dapat menyebabkan penyakit mental.
  • Bicara dan mendengarkan
Penelitian memperlihatkan, pasien yang menderita kanker, atau bahkan sekedar patah tulang, akan merasa lebih berani atau tidak terlalu khawatir akan penyakitnya ketika membicarakan hal itu bersama keluarga, teman, dokter, atau siapa pun. Menceritakan penyakit yang mereka derita pun membuat mereka merasa bebannya terangkat.

Jumat, 06 Mei 2016

Jenis Kehamilan Berisiko Tinggi

  1. Wanita hamil yang memiliki riwayat penyakit hipertensi
    Kasus darah tinggi atau hipertensi pada ibu hamil merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai, bahkan wanita yang sebelum hamil tidak mengalami hipertensi pun kadang ketika hamil bisa mengalami penyakit ini.
    Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan laboratorium secara lengkap untuk mengetahui tingkatan hipertensi yang diderita dan dilakukan pengawasan secara rutin oleh tim dokter.
  2. Wanita hamil yang memiliki riwayat penyakit jantung
    Penyakit jantung bisa jadi adalah bawaan, namun apakah karena penyakit jantung wanita dilarang hamil? Sebelumnya tentu kehamilan haruslah aman bagi sang ibu maupun bagi sang bayi.
    Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir kehamilan berisiko tinggi adalah dengan melakukan perawatan selama kehamilan bersama dokter kandungan dan dokter ahli jantung.
  3. Wanita hamil dengan riwayat obesitas
    Tubuh yang overweight bisa memunculkan risiko tersendiri bagi kehamilannya, salah satu hal yang harus dijaga adalah asupan makanan selama hamil supaya tubuh tidak terus membesar, karena tubuh yang terlalu besar membuatnya sulit melahirkan karena tumpukan lemak di perut dan sekitarnya.
    Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan dokter spesialis obstetric dan ginekologi untuk memantau selama proses kehamilan hingga melahirkan, termasuk juga melakukan konsultasi mengenai asupan gizi yang harus dikonsumsi selama hamil.
  4. Wanita hamil dengan riwayat penyakit diabetes
    Kondisi hamil dengan penyakit diabetes yang diderita harus dalam pengawasan ketat agar bayi yang dilahirkan kelak tidak memiliki kadar gula darah di bawah 60mg/dl.
    Salah satu penanganan yang harus dilakukan untuk menekan kehamilan berisiko tinggi adalah menghentikan obat-obatan penekan gula darah dan menggantinya dengan insulin sesuai kebutuhan, menjalankan pola hidup sehat dengan mengurangi makanan manis serta diet karbohidrat, selalu memantau ukuran janin, dan selalu kontrol kehamilan ke dokter.

Rabu, 04 Mei 2016

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh



Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh
1.Kanker
Merokok dapat menyebabkan sekitar 90% kematian akibat kanker paru-paru pada pria serta 80% pada wanita. Resiko kematian karena faktor kanker paru-paru dapat 23 kali lebih tinggi pada pria perokok dan 13 kali lebih tinggi pada wanita yang merokok dibandingkan pada mereka yang bukan tidak merokok.

Pada sebuah riset menunjukkan bahwa bukan perokok yang tinggal bersama perokok memiliki resiko 24% lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker paru-paru dibandingkan bukan perokok pada umumnya. Bahaya merokok juga dapat menyebabkan kanker kantung kencing, ginjal, faring, esopagus, rongga mulut, serviks, pita suara, pankreas, dan perut.
2.Gangguanpernafasan
Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko kematian karena penyakit paru-paru yang kronis sampai 10 kali lipat. Sekitar 90% kematian karena penyakit paru-paru kronis disebabkan karena merokok.

3. Gangguan janin
Kebiasaan merokok juga akan berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin yang terdapat dalam kandungan, termasuk kemandulan, keguguran, kematian janin, bayi lahir dengan berat badan rendah, serta sindrom kematian mendadak bayi.

4. Penyakit jantung
Merokok dapat menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi seperti ini merupakan penumpukan zat lemak pada arteri, lemak dan plak memblok aliran darah serta dapat membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras dan tekanan ekstra yang pada akhirnya menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika salah satu arteri atau bahkan lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung mungkin dapat terjadi.
Semakin banyak rokok yang telah dihisap dan semakin lama seseorang tersebut merokok, semakin besar pula kesempatan untuk mengembangkan penyakit jantung atau stroke.
5. Penyakit paru-paru
Risiko terkena penyakit seperti pneumonia, emfisema, atau bronkitis kronis dapat meningkat karena kebiasaan merokok. Penyakit ini disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit paru-paru tersebut dapat berlangsung dan bertambah buruk seiring dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Menurut American Cancer Society, orang yang telah berumur 40 tahun dapat menderita emfisema atau bronkitis, tetapi dengan gejala yang jauh lebih buruk pada kemudian hari.
6. Diabetes
Menurut Cleveland Clinic, kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko terkena diabetes. Bahaya rokok juga menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit jantung, penyakit mata, stroke, penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, dan masalah kaki.

7. Menyebabkan kebutaan
Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami pada orang tua. Dalam studi yg diterbitkan ‘Archives of Ophthalmology’ orang yang merokok 4 kali lebih mungkin dibandingkan dengan orang-orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yangg merusak makula, pusat retina, serta dapat menghancurkan penglihatan sentral tajam.

8. Penyakit mulut
Penyakit mulut yang disebabkan karena rokok antara lain seperti kanker mulut, kanker leher, penyakit gigi, dan nafas.

9. Impotensi
Rokok adalah faktor resiko utama penyakit pembuluh darah perifer yang akan mempersempit pembuluh darah pembawa darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah pada alat reproduksi pria kemungkinan dapat terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang berukuran kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi impoten.

Selain penyakit pada fisik, perokok juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selama ini mungkin Anda mengira merokok bisa membuat lebih rileks. Anda menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan pikiran Anda, tapi ternyata itu salah. Yang membuat perokok gelisah dan cemas adalah gejala putus obat terhadap nikotin. Dengan merokok, kecanduan terhadap nikotin akan terpenuhi dan perokok merasa seperti rokok tersebut menurunkan stres.
Memang tidak semua perokok akan meninggal karena penyakit jantung, kanker paru-paru, atau stroke, namun kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup Anda sehari-hari. Efek rokok yang bisa Anda rasakan sehari-hari adalah batuk-batuk, sesak napas, lebih mudah lelah, lebih rentan terhadap infeksi, atau mengalami gangguan tidur yang ditandai dengan sulit bernapas pada malam hari kemudian merasa kelelahan di pagi hari.
Perlu diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua. Tidak hanya Anda, orang-orang terdekat pun akan merasakan efeknya karena menghirup asap rokok yang beracun.

Senin, 02 Mei 2016

Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir




Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir
Ikterus atau warna kuning sering dijumpai pada bayi baru lahir dalam batas normal pada hari kedua sampai hari ketiga dan menghilang pada hari kesepuluh. Oleh karena itu, bayi menjelang pulang dan terjadi ikterus harus mendapat perhatian karena mungkin sifatnya patologis.
Ikterus disebabkan oleh  hemolisis darah janin dan selanjutnya diganti menjadi darah dewasa. Pada janin menjelang persalinan terdapat kombinasi antara darah janin dan darah dewasa (adult blood) yang mampu menarik O2 dari udara dan mengeluarkan CO2 melalui paru-paru.
Penghancuran darah janin inilah yang menyebabkan terjadi ikterus yang sifatnya fisiologis. Sebagaimana gambaran dapat dikemukakan bahwa kadar bilirubin indirek bayi cukup bulan sekitar 15 mg% sedangkan bayi belum cukup bulan 10 mg%, diatas angka tersebut dianggap hiperbilirubinemia, yang dapat menyebabkan kern ikterus.
Kern ikterus adalah tertimbunnya bilirubin dalam jaringan otak sehingga dapat mengganggu fungsi otak dan menimbulkan gejala klinis sesuai tempat timbunan itu. Gambaran klinisnya sebagai berikut.
1. Mata berputar
2. Tertidur-kesadaran turun.
3. Sukar mengisap
4. Tonus otot meninggi
5. Leher kaku
6. Akhirnya kaku seluruhnya
7. Pada kehidupan lebih lanjut ada kemungkinan terjadi spasme otot dan kekakuan otot seluruhnya.
8. Kejang-kejang
9. Tuli
10. Kemunduran mental